Diskon menarik untuk produk handmade kami!
Jangan Salah Pilih! Cara Membedakan Kayu Jati Tua dan Muda
Ingin membeli furnitur jati tapi takut tertipu? Simak panduan lengkap cara membedakan kayu jati tua dan muda dari warna, serat, hingga beratnya agar investasi Anda awet puluhan tahun.
TIPS &EDUKASI
Nolla Aprilla S.K.M
4/16/20262 min baca
Kayu jati (Tectona grandis) tetap menjadi primadona dalam dunia furnitur karena ketahanannya yang legendaris. Namun, perlu Anda ketahui bahwa tidak semua kayu jati memiliki kualitas yang sama. Perbedaan antara jati tua dan jati muda sangat signifikan dalam hal keawetan, estetika, dan harga.
Membeli furnitur dari jati muda mungkin terasa lebih hemat di awal, namun risiko kayu melengkung atau dimakan rayap jauh lebih tinggi. Agar tidak salah investasi, mari simak ciri-ciri utama yang membedakan keduanya.
Perhatikan Warna Kayu
Warna adalah indikator paling mudah untuk mengecek usia kayu.
Jati Tua
Memiliki warna cokelat gelap yang merata, cenderung pekat, dan terlihat "berminyak". Warna ini berasal dari pigmen alami yang terkumpul selama puluhan tahun.
Jati Muda
Cenderung berwarna lebih terang, pucat, atau putih keabu-abuan (sering disebut kayu gubal). Jika melihat banyak belang putih pada papan kayu, itu adalah tanda kayu tersebut masih muda.
Kerapatan dan Pola Serat
Serat kayu jati tua adalah hasil dari proses pertumbuhan yang lambat dan stabil.
Jati Tua
Memiliki serat yang sangat rapat, tajam, dan membentuk pola yang indah serta konsisten.
Jati Muda
Seratnya terlihat lebih renggang, kurang tegas, dan polanya tampak "berantakan" atau tidak beraturan.
Kandungan Minyak Alami
Jati dikenal sebagai kayu yang tahan air dan rayap karena kandungan minyak alaminya (natural oil).
Jati Tua
Memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi. Jika Anda meraba permukaannya (yang belum difinishing total), akan terasa sedikit licin dan memberikan aroma khas jati yang kuat.
Jati Muda
Kandungan minyaknya masih sedikit, sehingga kayu terasa lebih kering dan lebih rentan terhadap serangan hama seperti bubuk kayu atau rayap.
Berat dan Kepadatan
Uji berat bisa menjadi cara fisik untuk menentukan kualitas.
Jati Tua
Terasa sangat berat dan solid karena sel-sel kayunya sudah padat sempurna.
Jati Muda
Terasa lebih ringan karena struktur kayunya masih memiliki banyak rongga dan kadar air yang biasanya lebih tinggi.
Keberadaan Mata Kayu
Mata kayu seringkali dianggap estetis, namun bisa menjadi tanda usia pohon.
Jati Tua
Biasanya memiliki mata kayu yang minim karena batang pohon sudah tumbuh besar dan bersih dari cabang bawah.
Jati Muda
Seringkali memiliki banyak mata kayu kecil karena penebangan dilakukan saat pohon masih memiliki banyak cabang aktif.
Memilih jati tua memang membutuhkan anggaran yang lebih besar, namun ini adalah investasi jangka panjang. Furnitur dari jati tua bisa bertahan hingga 50-100 tahun, sedangkan jati muda biasanya akan menunjukkan kerusakan atau perubahan bentuk dalam waktu kurang dari 10 tahun.
Jika Anda membeli furnitur yang sudah dicat atau di-finishing gelap, tanyakan pada penjual apakah mereka menggunakan kayu jati perhutani (TPK) yang sudah terjamin usianya.
Pengrajin Bogor
Produsen Furniture berkualitas dari Bogor, Indonesia
Jl. Cendana, RT01/RW02, Kp. Sawah Kel. Kota Batu, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16610
Alamat Workshop
Senin - Minggu
08:00 s/d 17:00
Info@pengrajinbogor.com