Cari Furniture Kayu Jati? Ini 5 Hal yang Perlu Anda Perhatikan

Sedang mencari furniture kayu jati berkualitas? Jangan salah pilih! Simak 5 panduan penting ini mulai dari grade kayu, tingkat kekeringan, hingga finishing agar Anda mendapatkan mebel jati terbaik dan tahan lama.

TIPS &EDUKASI

Nolla Aprilla S.K.M

1/15/20263 min baca

Furniture kayu jati (teak wood) selalu menjadi primadona bagi pecinta interior, baik untuk gaya klasik, minimalis, maupun modern. Dikenal karena kekuatannya, ketahanan terhadap rayap, dan seratnya yang indah, kayu jati dianggap sebagai investasi jangka panjang untuk hunian Anda.

Namun, tingginya permintaan sering dimanfaatkan oleh oknum penjual untuk menawarkan produk berkualitas rendah dengan label "Jati Asli". Agar Anda tidak kecewa, sangat penting untuk memahami karakteristik mebel jati yang bagus sebelum memutuskan untuk membeli.

Berikut adalah 5 hal vital yang perlu Anda perhatikan saat mencari furniture kayu jati.

  1. Perhatikan Grade atau Kualitas Kayu
brown and gray brick wall
brown and gray brick wall

Tidak semua kayu jati memiliki kualitas yang sama. Di pasaran, kayu jati umumnya dibagi menjadi tiga kategori utama:

  • Grade A (Kualitas Terbaik)

    Berasal dari bagian tengah pohon (hati kayu). Warnanya cokelat tua merata, seratnya sangat padat, dan mengandung minyak alami (teak oil) yang tinggi. Minyak inilah yang membuatnya tahan air dan anti rayap.

  • Grade B

    Berasal dari lapisan luar hati kayu. Warnanya sedikit lebih terang dan seratnya tidak sepadat Grade A.

  • Grade C (Kayu Muda)

    Sering disebut kayu gubal atau sapwood. Warnanya putih pucat atau kekuningan. Kayu ini tidak memiliki minyak pelindung alami sehingga sangat rentan dimakan rayap dan bubuk jika tidak dirawat ekstra.

Jika Anda menginginkan keawetan maksimal, pastikan furniture didominasi oleh warna cokelat tua (tanpa warna putih). Warna putih menandakan itu adalah kayu muda.

  1. Pastikan Kayu Sudah Melalui Proses Oven (Kiln Dry)
a room with a dresser and a mirror
a room with a dresser and a mirror

Pernahkah Anda melihat meja atau lemari jati yang melengkung atau retak setelah beberapa bulan dibeli? Masalah ini biasanya terjadi karena kadar air (moisture content) dalam kayu masih tinggi saat diproses.

Sebelum dijadikan mebel, kayu jati idealnya harus melalui proses pengeringan atau oven (Kiln Dry) hingga kadar airnya mencapai 10-12%. Kayu yang kering (oven) akan stabil, tidak mudah menyusut, dan sambungannya tidak akan renggang meskipun cuaca berubah-ubah.

  1. Cek Konstruksi dan Sambungan Kayu
a bunch of chairs and tables on some grass
a bunch of chairs and tables on some grass

Kualitas sebuah furniture tidak hanya dilihat dari bahannya, tetapi juga dari cara pembuatannya (craftsmanship). Saat melihat barang, periksa hal-hal berikut:

  • Kekokohan

    Goyangkan sedikit kursi atau meja. Barang yang bagus akan terasa solid, berat, dan tidak goyang.

  • Sambungan

    Perhatikan sambungan antar komponen (kaki meja ke alas, dll). Konstruksi terbaik menggunakan teknik tenon and mortise (purus dan lubang) atau pasak kayu, bukan hanya ditempel menggunakan paku tembak atau lem murahan.

  • Simetris

    Pastikan bentuk barang presisi dan rata saat diletakkan di lantai.

  1. Kualitas Finishing yang Halus
Wooden dining table and chairs with grey upholstery.
Wooden dining table and chairs with grey upholstery.

Finishing adalah tahap akhir yang menentukan estetika furniture. Furniture jati berkualitas tinggi biasanya memiliki permukaan yang sangat halus saat diraba, bahkan di bagian-bagian tersembunyi seperti bagian bawah meja atau bagian dalam laci.

Selain kehalusan, perhatikan juga warnanya:

  • Warna harus rata dan tidak belang (kecuali jika itu motif alami kayu).

  • Lapisan pelindung (seperti melamin atau NC) harus tebal untuk melindungi kayu dari goresan dan noda air.

  1. Harga yang Masuk Akal (Price vs Quality)
four paper card tags
four paper card tags

Dalam dunia furniture jati, berlaku hukum "Ada harga, ada rupa". Jika Anda menemukan penawaran satu set kursi tamu jati dengan harga yang sangat murah dan jauh di bawah pasaran, Anda patut curiga.

Harga murah biasanya merupakan indikasi penggunaan kayu jati muda (Grade C), kayu yang tidak di-oven, atau konstruksi yang asal-asalan. Lebih baik mengeluarkan dana sedikit lebih banyak untuk mendapatkan Grade A atau B, daripada membeli barang murah yang rusak dalam hitungan bulan.

Membeli furniture kayu jati adalah keputusan besar yang melibatkan selera dan budget. Dengan memperhatikan grade kayu, proses pengeringan, hingga kualitas finishing, Anda bisa mendapatkan produk yang tidak hanya cantik dipandang, tetapi juga awet hingga puluhan tahun.

Jadilah pembeli yang cerdas dan teliti agar investasi interior Anda tidak sia-sia.